Minggu, 26 September 2010

Flash Bios Acer Aspire One

Hari ini dititipin Acer Aspire One yang hanya memunculkan layar hitam sewaktu dinyalakan. Katanya permasalahan ini muncul setelah di shutdown.
Yang terpikir pertama kali adalah mencopot batere lalu dipasang lagi, tidak menunjukkan hasil menggembirakan. Lalu coba dicopot batere dan AA1 langsung tersambung ke listrik, juga tidak ada hasil.
Selanjutnya kemungkinan harddisk yang longgar konektornya. Coba dilihat bagian belakangnya ternyata tidak ada bagian yang menunjukkan tempat harddisk.
Setelah googling dengan keyword “acer aspire booting error” dan solusinya adalah dengan cara flashing bios.

Yang harus dilakukan adalah:

1. Download file BIOS terbaru klik disini
2. Format flashdisk, lalu salin file FLASHIT.exe dan file BIOS (akhiran fd), pastikan file BIOS-nya di rename dengan nama ZG5IA32.fd
3. Pastikan batere terpasang dan AA1 tersambung ke listrik, masukkan flashdisk yang sudah siap ke port USB.
4. Tekan tombol Fn dan Esc bersamaan tanpa dilepas, lalu tekan tombol Power, tahan sebentar Fn dan Esc lalu lampu Power akan berkedip, lepaskan tombol Fn dan Esc.
5. Tekan tombol Power 1 kali.
6. Selanjutnya BIOS akan mulai di flash, pastikan proses ini tidak terganggu, hanya butuh sekitar 3 menit.
7. System akan reboot setelah selesai.
8. Yap, windows anda sudah kembali.

selamat mencoba semoga berhasil........

Sabtu, 25 September 2010

Cara Merawat Printer

1. Pakai Printer secara teratur dan berkala
Permasalahan yang paling sering kita hadapi adalah kwalitas cetak yang buruk, ada garis putih yang melintang , warna yang hilang atau tinta tidak keluar sama sekali.
Dengan pemakaian Printer yang teratur, maka kita tetap menjaga agar tinta mengalir dan membasahi permukaan nozzle.
Apabila kita jarang memakai printer, usahakan minimal tiap 1 minggu sekali kita melakukan test print.
Dengan demikian dapat mencegah agar tinta tidak kering pada permukaan nozzle.
Jika anda tidak melakukan ini, maka head printer anda akan lebih cepat buntu, dan ini berlaku untuk semua merk inkjet printer.

Tips : Anda bisa letakkan catatan kecil di depan monitor anda untuk mengingatkan agar selalu melakukan pencetakan setiap minggu secara rutin, baik untuk warna hitam maupun warna yang lain.
misalnya : lakukan pencetakan halaman web yang kaya warna atau foto ukuran kecil yang kaya warna.
Cara ini lebih efisien dari pada anda melakukan head cleaning pada printer anda.

2. Mematikan (Shut Down) Printer secara benar
Jangan lupa untuk mematikan printer anda jika tidak di pakai, cara ini juga dapat menghindari ke-buntuan nozzle pada head anda.

Penting : matikan Printer dengan on/off button pada printer anda, jangan mematikan dengan cara mencabut kabel printer anda.
Karena bila anda mematikan dengan on/off button, akan mengaktifkan mekanik capping yang akan membantu untuk mencegah nozzle mengering.

3. Jangan menggunakan kertas yang kotor atau berdebu
Jika Anda mencetak dengan menggunakan kertas yang berdebu, maka mekanik penggerak kertas atau roller paper akan lebih cepat kotor.
Jika ini terjadi maka roller paper anda akan lebih cepat aus/rusak, efeknya adalah printer tidak dapat menarik kertas.
Bagaimana bila roller paper anda kotor ?
Anda dapat bersihkan dengan Dura klin, caranya : Teteskan Dura klin pada kertas HVS polos, kemudian print halaman kosong pada kertas tersebut, lakukan 4-5 kali, atau gunakan tombol tray pada printer, untuk menarik kertas keluar.

Penting : Jangan pakai Vacuum Cleaner untuk membersihkan printer, dapat mengakibatkan short/korsleting dan terbakar pada board di dalam printer.
Tips : Jika anda tinggal di tempat yang berdebu, pakailah cover printer agar printer anda lebih terhindar dari debu, cover dapat berupa plastik atau kain.